SHARE :

Wahyudin Nasrullah, Pejuang yang Tak Pernah Henti

Terbit : 15 April 2021 / Kategori : Inspiratif / Komentar : 0 komentar / Author : admin
Wahyudin Nasrullah, Pejuang yang Tak Pernah Henti

M. Wahyudin Nasrullah, mahasiswa kelahiran Bogor, 7 April 2001 ini kerap dipanggil Wahyu. Namanya bak doa dari orang tua untuk kehidupan anaknya. Kini, alumnus SMAN 1 Cigombong ini sedang menempuh pendidikan di IPB University. Ia mengambil program studi Silvikultur di Fakultas Kehutanan dan Lingkungan.

Masa-masa sekolah Wahyu isi dengan kegiatan-kegiatan organisasi. Bahkan, ia pernah mendapat amanah untuk menjadi Ketua OSIS saat SMA. Selain aktif organisasi dan kegiatan, pemuda ini juga aktif dalam kegiatan entrepreneur. Ia tidak malu. Justru menjadi suatu kebanggaan bisa menghasilkan uang dari keringat sendiri.

Ketika akan menempuh jenjang pendidikan tinggi, Wahyu awalnya tidak mungkin. Namun, Allah ternyata memberikan jalan padanya. Ia lulus penerimaan jalur ketua OSIS IPB dan mendapatkan beasiswa Bidikmisi (kini bertransformasi menjadi KIP Kuliah).

Semangat melewati masa-masa kuliah terus ia gelorakan. Ia mengetahui bahwa perjuangan hingga detik ini bukanlah perjuangan yang mudah. Artinya, apa yang didapatkan hari ini harus disyukuri dan dinikmati. Itu adalah pemberian Tuhan kepada kita.

Pemuda yang memiliki moto ‘teruslah berbuat baik’ ini menempuh pendidikan dasar di SDN Cigombong. Kemudian ia lanjutkan ke pendidikan menengah SMPN 1 Cigombong dan SMAN 4 Cigombong. Wahyu memang pemuda yang dibesarkan di tanah Cigombong, Bogor.

Rencana 5 tahun ke depan Wahyu adalah lulus tepat waktu dan mengikuti course. Kemudian 5 tahun berikutnya ia berencana untuk melanjutkan pendidikan. Nantinya, ia ingin fokus di bidang lingkungan. “Jadi ecologyst atau hydrologyst,” kata Wahyu saat Deep Introduce Asrama Kepemimpinan dan Kader Pejuang Pertanian, IPB University, Kamis (15/4/2021).

Kini Wahyu akan terus berusaha menjadi yang terbaik dan memberikan yang terbaik untuk lingkungan sekitar. Ia ingin membanggakan dan membahagiakan kedua orang tuanya yang telah membesarkan sekaligus mendidik sejak kecil. Ia merasa sudah saatnya untuk berbakti kepada orang tua. Berusaha membalas jasanya, walau jasa-jasa orang tua sampai kapan pun tidak pernah terbalaskan.

“Hidup ini tidak panjang. Semuanya ada masanya. Hari ini senang, mungkin besok sedih. Syukuri saja apa yang kita dapatkan hari ini. Jangan terlalu berlebihan pada sesuatu. Kita punya jalan hidup masing-masing. Usaha yang maksimal. Selebihnya serahkan kepada Yang Maha Kuasa” -Wahyu 2021

Bogor, 15 April 2021

MHT

Berita Lainnya

Marhaban Ya Ramadhan
13 April 2021
Marhaban Ya Ramadhan
Author : admin
Juru Parkir Berhati Mulia #84
11 April 2021
Juru Parkir Berhati Mulia #84
Author : admin
Ekspedisi Mini Kampus IPB #83
10 April 2021
Ekspedisi Mini Kampus IPB #83
Author : admin
Teruntuk Peserta SNMPTN #82
10 April 2021
Teruntuk Peserta SNMPTN #82
Author : admin
Mengunjungi Telaga Inspirasi #81
10 April 2021
Mengunjungi Telaga Inspirasi #81
Author : admin


Tinggalkan Komentar